Pengumumanindeks

  • Pengumuman Hasil Workshop PPAKP SAIBA KPPN Makassar II +

    Baca Selengkapnya
  • Hasil DTSS Pengelolaan Barang Milik Negara (Bagi Pengelola) Tahun 2014 +

    Baca Selengkapnya
  • Hasil DTSS Legal Review Angkatan I Tahun 2014 +

    Baca Selengkapnya
  • Hasil DTSS Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Tingkat Pemula Angkatan II Tahun 2014 +

    Baca Selengkapnya
  • PENGUMUMAN HASIL DTU KESAMAPTAAN EKSEKUTIF ANGKATAN I TA. 2014 DI JAKARTA +

    Baca Selengkapnya
  • PENGUMUMAN HASIL DTU KESAMAPTAAN ANGKATAN III TA. 2014 DI JAKARTA +

    Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2
  • 3

Peraturanindeks

  • 1
  • 2
  • 3

Berita Terbaruindeks

  • Dinamika Prodip I Keuangan STAN - BDK Denpasar

      Selamat Datang Prodip I Keuangan STAN di Balai Diklat Keuangan Denpasar [Denpasar, 22 September 2014], Telah diselenggarakan Pembukaan DInamika untuk Mahasiswa Program Diploma I STAN di BDK Denpasar sebagai keigatan awal sebelum mengikuti perkuliahan, oleh Kepalai Balai Diklat Keuangan Denpasar yang baru Ibu Kusumanigtyas. Baca Selengkapnya
  • Soft Power : Membangun Ketabahan (Resilience)

    Widyarini, S.Psi Widyaiswara Balai Diklat Keuangan Malang Abstrak : Ketabahan (Resiliency) merupakan proses keberhasilan seseorang dalam menghadapi kesulitan atau tantangan-tantangan dalam kehidupannya. Orang-orang yang tabah mampu mengatasi kesulitan dengan keuletan dan kegigihan saat menghadapi kegagalan, dan terus maju sekalipun mereka berada dibawah tekanan dengan cara-cara yang efektif. Individu yang memiliki ketabahan menunjukkan daya tahan psikis terhadap situasi yang penuh stress, mereka tetap berpikir dan bersikap positif, tetap focus, fleksibel, teratur / tertata, dan pro-aktif. Beberapa atribut personal yang menyertai orang yang tabah adalah : konsep diri yang positif, growth mind-set, optimis, terbuka terhadap perubahan, memiliki internal locus of control, memiliki ketrampilan dalam pemecahan masalah, kompetensi sosial yang baik, dan memiliki rasa humor. Setiap orang memiliki potensi untuk tabah, dan memiliki peluang untuk mengembangkannya. Kompetensi resilience merupakan hasil dari pengalaman individu yang melibatkan pemahaman makna, tindakan nyata, serta proses mental yang terjadi menghadapi kesulitan dalam jangka waktu tertentu serta berulang-ulang sehingga menghasilkan kemampuan/keahlian ketabahan Baca Selengkapnya
  • FAKIR MISKIN DAN ANAK-ANAK TERLANTAR DIPELIHARA OLEH NEGARA?

    Oleh: Dr. Achmat Subekan, S.E., M.Si. Widyaiswara Balai Diklat Keuangan Malang ABSTRAK Didirikannnya Negara Kesatuan Republik Indonesia antara lain bertujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, masih terdapat masyarakat dalam keadaan fakir, miskin, dan terlantar. Mereka bisa bermetamorfosis menjadi gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan. Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.  Pilihan kata dalam klausul ayat tersebut ternyata dapat memunculkan  makna yang berbeda-beda. Jumlah gelandangan, pengemis, pengamen, dan anak jalanan yang terus bertambah di banyak kota besar lebih mendorong seseorang mengartikan kalimat sesuai dengan kenyataan yang ada. Kata kunci: negara, keadilan, fakir, miskin, anak terlantar, dan dipelihara Baca Selengkapnya
  • Perpisahan Pegawai Sesepuh BDK Manado

    [Manado] 19 September 2014. Keluarga kecil ini telah engkau bangun sejak sepuluh tahun lalu. Di ujung utara Pulau Sulawesi engkau ukir catatan pertamamu, berbakti untuk BPPK. Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2
  • 3

Portal

DTSD TINGKAT II DJA

Diklat ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan dasar tentang semua tugas pokok Direktorat Jenderal Anggaran dalam garis-garis besarnya.

 

PROFIL/KOMPETENSI

Aparatur yang mampu melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal Anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

TUJUAN KURIKULER UMUM (TKU)

Setelah mengikuti diklat ini peserta mampu melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal Anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


TUJUAN KURIKULER KHUSUS (TKK)

Setelah mengikuti diklat ini, peserta mampu:
  • Memahami pengertian dasar keuangan negara beserta ruang lingkupnya serta berbagai kebijakan fiskal dan moneter
  • Memahami prosedur dan tata cara penyusunan APBN beserta pos-posnya
  • Memahami sumber-sumber pembiayaan guna membiayai kemungkinan defisit APBN serta memilih sumber-sumber yang benar
  • Memahami tata cara penetapan anggaran belanja pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
  • Memahami TUPOKSI Direktorat Jenderal Anggaran
  • Memahami Sistem Informasi Anggaran yang berlaku
  • Memahami SAKIP sehingga dapat membantu menyusun LAKIP bagi satuan kerjanya.
  • Memahami pengertian dasar tentang Sistem Akuntansi Pemerintah

 

KURIKULUM

MATA PELAJARAN POKOK

  • Penelaahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (dari RKAKL s.d. DIPA)
  • Pelaksanaan Anggaran
  • Pengelolaan Barang Milik Negara
  • Pengelolaan Kas
  • Pengelolaan PHLN dan PPHLN

MATA PELAJARAN PENUNJANG

  • TUPOKSI DJPBN
  • Sistem Informasi Perbendaharaan Negara
  • SAKIP
  • Penyelesaian Kerugian Negara
  • Sistem Akuntansi Pemerintah (Pelaporan)
  • Pengelolaan Surat Utang Negara

CERAMAH

  • Keuangan Negara dan Perbendaharaan
  • Budaya Kerja
  • Visi dan Misi DJPBN

UJIAN

  • Semua Mata Pelajaran Pokok dan Penunjang diujikan
  • Lama Ujian minimal 60 menit dan maksimal 180 menit


LAMA PENYELENGGARAAN
112 jamlat @ 45 menit (16 hari termasuk ujian)


PERSYARATAN PESERTA

  • PNS
  • Minimal Golongan III a
  • Minimal Strata I

AKOMODASI

Diasramakan

Diklat Terkini

Artikelindeks

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise