Hubungi Kami

Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia - Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan

AlamatGedung K Lt. 1 & 2
 Komplek Kampus STAN
 Jl. Bintaro Utama Raya V
 Tangerang
Telp.021 - 7341301
  021 - 7341539
Fax 021 - 7341487
Email
Kritik & Sarankeluhan.ppsdm@gmail.com

Pengumuman Terbaru

Informatin Session dari Nuffic NESO kepada Calon Karyasiswa SPIRIT Angkatan IV

Pada Selasa, 18 Maret 2014 kegiatan Pre-departure Training SPIRIT angkatan keempat diisi dengan presentasi oleh perwakilan dari Nuffic NESO. Mereka hadir dalam rangka memberikan informasi kepada para peserta training yang merupakan para calon penerima beasiswa SPIRIT tentang program pascasarjana di Belanda.

Read more text
POPULER
Serial Pengembangan Diri (IV): PDF Cetak E-mail

BAKAT SAJA TIDAKLAH CUKUP

Oleh: sampurna budi utama
Widyaiswara Madya Pusdiklat Pengembangan SDM 

 

Hingga kini, ibu dan kakak-kakak saya masih sering bingung kalau membicarakan profesi yang saya geluti sekarang. Kenapa? Sebab dari kecil hingga remaja saya tumbuh sebagai seorang anak yang punya masalah serius dalam berkomunikasi. Saya punya penyakit gagap ketika berbicara. Bahkan saya harus berusaha cukup keras jika ingin bicara sekedar beberapa patah kata saja. Seringkali saya harus memejamkan mata, atau menghentak-hentakkan kaki ke tanah, atau memukul-mukul pantat saya dengan tangan jika ingin mengatakan sesuatu. Maka, profesi saya sebagai trainer dan dosen di mata keluarga menjadi aneh dirasa.

 Anda ingin tahu rahasianya, silahkan cari tahu di  file attechment  Artikel di bawah ini

 

 
Serial Pengembangan Diri (III) : PDF Cetak E-mail

 JANGAN KALAH DENGAN KEBIASAAN LAMA

 Oleh: sampurna budi utama
Widyaiswara Madya Pusdiklat Pengembangan SDM

 

 

         Pada tulisan sebelumnya tentang pembentukan pola pikir, saya menulis bahwa kita sesungguhnya adalah produk dari kebiasaan cara berpikir orang lain. Ketika kita tidak secara kritis menerima nilai-nilai, keyakinan, kebiasaan, atau harapan-harapan orang lain dan bertindak mendasarkan pada hal-hal tersebut, sesungguhnya kita telah memberikan kesempatan bagi orang lain untuk memegang kendali atas hidup kita. Di titik pemahaman ini, kita harus memulai membangun kehati-hatian. Mengapa?

           Seorang kawan bertanya usai mendengar uraian saya tentang teknik mencabut gulma untuk mengubah pola pikir lama yang bersifat negatif, “Bagaimana cara mengubah gulma jika sang gulma (kebiasaan) itu sudah terlanjur mengakar?... Bukan saja sekedar bentuk akarnya yang sudah sangat memanjang, namun ia juga merasuk ke dalam tanah dan menjalar hingga ke mana-mana?” Begitulah kira-kira pertanyaan simboliknya.
Ya, sering saya mendengar hal yang seperti ini. Terkadang, ujung dari pertanyaan seperti itu menyiratkan bahwa rasanya kok tidak mungkin untuk mengubahnya ya? Sepertinya, hal itu menjelma menjadi kebiasaan yang telah begitu lama mengekang kehidupan. Kalo ditanyakan ulang,” Masih perlukah perubahan itu harus Anda lakukan?”, mayoritas akan menjawab, ”Jelas dong, pak. Kebiasaan lama itu seakan seperti benalu bagi hidup saya!”
 

Artikel lengkapnya dapat diunduh pada file attechment  di bawah ini

Attachments:
 Jangan-Kalah-Dengan-Kebiasaan-Lama[ ]327 Kb
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 3 dari 23
modified by Pusdiklat PSDM

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini3134
mod_vvisit_counterKemarin3514
mod_vvisit_counterMinggu Ini31281
mod_vvisit_counterBulan Ini93561
mod_vvisit_counterSeluruhnya4622059
April 2014
S M T W T F S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3