Wednesday, April 23, 2014
   
Text Size

Pencarian

Mengenal Piramida Pembelajaran

Piramida pembelajaran ini adalah suatu bentuk penjelasan bagaimana cara agar kita mampu menguasai materi pelajaran dengan cepat (lebih cerdas). Konsep utamanya diambil dari seorang pakar bernama Edgar Dale pada tahun 1969, yang kemudian diberikan bobot secara persen dalam penelitian-penelitian tentang efektivitas belajar belakangan ini.

Jika kita perhatikan Gambar Piramida Pembelajaran, Kita dapat melihat bahwa secara garis besar, model pembelajaran itu terbagi menjadi 2: Aktif dan Pasif. Pada model pembelajaran pasif, rata-rata itulah model yang masih digunakan secara umum dalam model belajar saat ini. Membaca memberikan andil penguasaan materi 10%, mendengarkan 20%, dan melihatnya secara langsung memberikan kontribusi sebesar 30%.

Tapi coba kemudian kita lihat dalam model pembelajaran aktif, di mana ketika kita 'mengatakan' atau 'mengajarkan orang' atau 'berdiskusi', maka itu bisa memberikan 70% pemahaman terhadap materi yang dikuasai, serta jika kita 'aktif melakukan/mengaplikasikan ilmu' maka hal tersebut berkontribusi 90% terhadap pemahaman kita terhadap materi pelajaran.

Jadi, dari piramida ini kita bisa mengambil kesimpulan:

Belajar yang kurang efektif adalah mengandalkan membaca dan mendengarkan saja, tanpa ditindaklanjuti oleh perbuatan apapun. Jika model belajarnya seperti ini, siap-siap untuk belajar keras sekeras-kerasnya agar bisa memahami materi dengan baik.

Belajar yang lebih efektif adalah dengan belajar aktif, mendiskusikan hasil materi yang didapat (entah itu membaca atau mendengarkan), mengajarkannya kembali, mempresentasikan, dan juga mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Belajar seperti ini disebut dengan belajar yang lebih cerdas, lebih aktif, dan waktu yang dibutuhkan untuk memahami konsep serta materi pelajaran menjadi lebih sedikit.

Itulah kenapa kalau diri kita menjadi lebih mudah mengingat ketika 'menonton' ketimbang hanya membaca atau mendengarkan. Menonton itu lebih banyak melibatkan berbagai macam indra kita dalam menerima informasi seperti visual, auditori, dan kadang melibatkan emosi atau perasaan sehingga kita lebih mudah mengingat dan menangkap informasinya.

Jadi Apa yang Harus Kita Lakukan?

Mau belajar dalam waktu yang lebih singkat, tetapi menguasai materi yang jauh lebih banyak? Berikut ini adalah cara-cara yang bisa dicoba:

Belajarlah dengan Menggunakan Multimedia. Cobalah untuk memanfaatkan kecanggihan multimedia dalam memahami materi yang memang sulit untuk dipahami. Anda bisa mencoba untuk mengunjungi situs-situs video seperti Youtube di mana banyak sekali terdapat video-video edukasi yang mampu menyederhanakan suatu konsep yang rumit ketika dibaca. Selain itu cobalah browsing dengan menggunakan Google, carilah situs edukatif yang menawarkan materi pelajaran dengan menggunakan Flash, maka Anda akan menemukan jutaan sumber yang dapat diakses secara gratis.

Ajari Teman atau Berikan Pelatihan. Ini dulu sering saya lakukan saat masih menjadi siswa (bahkan sampai mahasiswa sekarang), agar materi pelajaran yang saya dapatkan tidak mudah hilang dan meluap begitu saja: mengajari teman. Ya, jika kita sudah menguasai suatu materi tertentu, maka membagi dan mencoba memberikan pemahaman terhadap orang lain itu semakin memperkuat pemahaman kita.

Banyaklah Berdiskusi. Cobalah memberanikan diri untuk memulai suatu diskusi. Entah itu melemparkan pertanyaan-pertanyaan ataukah membantu menjawab dan menjelaskan suatu konsep. Berdiskusi akan memacu kreativitas kita dalam mengembangkan konsep materi sehingga pemahaman kita akan semakin berkembang melalui diskusi tersebut.

Menulis Artikel atau Buku. Ini nih yang kadang seringkali malas dilakukan orang. Memang sih, tidak semua orang suka menulis tetapi semua orang BISA menulis. Dengan menulis dan kemudian kita menyebarkannya kepada umum, menuntut kita untuk benar-benar mempelajari materi yang sedang kita tulis.

Membentuk Kelompok Belajar dan Belajar Kelompok Secara Rutin. Memiliki kelompok belajar dapat mempercepat pemahaman kita terhadap materi karena bisa saling berbagi pemahaman. Bisa jadi diri kita cukup lama (bahkan berjam-jam) memahami materi A, sementara dengan belajar kelompok, ada teman kita yang bisa menjabarkan materi A hanya dalam waktu 10 menit!

Mengaplikasikan Teori dalam Kehidupan Nyata. Ini jelas sekali sangat membantu dalam memahami materi pelajaran. Aplikasikanlah teori-teori yang dipelajari dalam kelas, dari buku, atau dari seminar-seminar dalam bentuk aplikasi kehidupan nyata. Terkadang walaupun kita sudah melakukan langkah-langkah di atas, tetapi jika kita tidak mengaplikasikan ilmu tersebut kadang kita akan lupa. Maka, biarpun sedikit, aplikasikanlah teori-teori itu dengan membentuk proyek-proyek kecil atau besar.

Uraian diatas mengenai Cara Pembelejaran dalam Piramida Pembelajaran di atas disampaiakan oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pusdiklat Pajak, Ibu Ida Hamidah dalam Acara Penutupan Penutupan DTSS Manajemen Ekstensifikasi Angkatan I di Gedung B BPPK. Diklat yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Pajak mulai tanggal 22 April sampai tanggal 26 April 2013 tersebut ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pusdiklat Pajak, Ibu Ida Hamidah. Dalam acara Penutupan tersebut turut hadir Kepala Subdirektorat Ekstensifikasi DJP, bapak Edi Wahyudi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ilmu yang telah diterima selama lima hari dalam diklat tersebut harus menjadi modal penting dalam dalama pelaksanaan Sensus Pajak Nasional dan ilmu tersebut hendaknya diajarkan kepada temen teman lain yang belum mendapatkan kesempatan Diklat Ekstensifikasi.

Kegiatan Terkini

No events

Link Situs