Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Kementerian Keuangan Republik Indonesia

APBN 2013

[Jakarta] Jumat, 01 Februari 2013. Penyusunan APBN Tahun 2013 membutuhkan pikiran, tenaga dan waktu yang luar biasa. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 ini memiliki nuansa khusus bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk memperoleh gambaran yang lengkap mengenai proses penyusunan APBN, tim redaksi majalah Edukasi Keuangan BPPK berkesempatan untuk mewawancarai Dirjen Anggaran, Harry Purnomo pada hari Rabu, 30 Januari 2013. Disela-sela kesibukannya, Dirjen Anggaran menyempatkan diri untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.

Harry Purnomo menjabarkan tentang proses penyusunan APBN yang terjadi setiap tahunnya, yang tidak lepas dari peranan DJA. "Direktorat Jenderal Anggaran memiliki peran yang cukup vital dalam proses penyusunan APBN karena DJA mengikuti dari proses awal, yaitu penyusunan resource envelope, proses utamanya yaitu penyusunan NK (Nota Keuangan) dan RAPBN serta proses pembahasannya di DPR, sampai dengan proses penerbitan DIPA", ungkapnya. Dirjen Anggaran juga menyatakan bahwa APBN 2013 memiliki perbedaan dengan APBN tahun-tahun sebelumnya. Disebutkan pula beberapa ciri menonjol dari APBN 2013, diantaranya adalah pendapatan negara meningkat lebih cepat daripada belanja negara sebagai bukti komitmen untuk memperkuat kemandirian APBN, peningkatan belanja modal, terutama untuk infrastruktur sebagai bukti kuatnya komitmen untuk meningkatkan kualitas belanja, dan seterusnya.

Ada yang spesial dalam penyusunan APBN 2013, salah satunya adalah penyatuan pengesahan DIPA, yang semula 2 dicetak dan disahkan oleh DJPB, kini satu atap diselesaikan di DJA. Beberapa pertimbangan pengalihan fungsi tersebut antara lain adalah penyederhanaan proses bisnis, peningkatan kualitas layanan serta perubahan fokus peran DJPB. "Bagian terpenting dalam proses pengalihan tersebut adalah penyesuaian proses bisnis penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran, yang semula berada pada 2 unit eselon I (DJA dan DJPB) menjadi satu kesatuan proses bisnis di DJA", ujarnya.

Ikuti wawancara selengkapnya pada Liputan Utama majalah Edukasi Keuangan Edisi 14/2013.

Hakcipta © 2014 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Powered by Joomla!