Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Kementerian Keuangan Republik Indonesia

OJK Harus Lebih Profesional

[Jakarta] Kamis, 12 Juli 2012. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) menggelar kajian akademis mengenai penelitian yang akan dilakukan oleh Widyaiswara BPPK Roberto Akyuwen terkait Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Acara yang berlangsung di Gedung F Lantai 1, BPPK Purnawarman, Kamis (12/7), berformat Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan mengumpulkan data untuk penelitian tersebut. Hal-hal yang dibahas mengenai tantangan dan permasalah OJK, faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi kegagalan OJK, serta keberadaan OJK sebagai penguatan sistem keuangan di Indonesia.

Dalam acara ini, Komisaris Utama Bank Muamalat Widigdo Sukarman menyebutkan bahwa OJK masih harus menghadapi permasalahan koordinasi. Selain itu, OJK membutuhkan SDM yang profesional untuk membangun lembaga baru ini. Menurut Dosen FE UI Dewi Hanggraeni, OJK yang memiliki kewenangan terintegrasi sebagai pengawas harus melakukan persiapan maksimal. Persiapan ini agar menjadikan OJK lebih profesional dan berubah dari budaya birokrat. "OJK juga harus membudayakan risk awareness," katanya.

UU OJK yang telah disetujui DPR menghasilkan sebuah lembaga baru yang memiliki tugas terintegrasi menjadi pengawas bank, pasar modal serta lembaga keuangan lainnya. Melalui acara ini, Sekretaris BPPK Dodi Iskandar berharap penelitian tersebut dapat membawa manfaat bagi banyak pihak ke depannya.

(Dikutip dari Website Kemenkeu)

Hakcipta © 2014 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Powered by Joomla!