[Jakarta] Rabu, 25 Januari 2012. Selalu ada porsi dari hidup kita yang layak diterima dan disyukuri. Setiap manusia pasti tidak bisa berhenti belajar. Demikian yang disampaikan oleh Gede Prama dalam Seminar yang bertema: "Managing The Heart Capital". Bertempat di aula, Pusdiklat Bea dan Cukai menyelenggarakan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi softskill para widyaiswara dan pegawai di lingkungan BPPK. Seminar ini dihadiri oleh para pejabat di lingkungan BPPK dan Bea dan Cukai dan para widyaiswara.
Lebih lanjut Gede Prama menyampaikan bahwa belajar baru terhitung berhasil bila ada perubahan. "Perubahan seringkali menyakitkan, tetapi jadikan moment perubahan ini menjadi "surga"bagi kita", ujarnya.
Dalam sambutan yang sekaligus membuka seminar, Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai, Endang Tata mengatakan bahwa keseimbangan antara hard competency dan soft competency merupakan dasar untuk meningkatkan pelayanan kepada para stakeholder. BPPK sebagai salah satu motor penggerak reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan dituntut untuk bisa mencetak sumber daya manusia yang berkompeten dan handal dalam melaksanakan reformasi birokrasi. Untuk itu perlu bekal dan pengetahuan yang memadai untuk mencapai tujuan tersebut.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa proses reformasi birokrasi di BPPK berlanjut ke proses transformasi kelembagaan. Unsur yang ditransformasi mencakup struktur atau sistem, business process dan sumber daya manusia. "Hal yang paling sulit adalah mengubah sumber daya manusia, karena harus mengubah mindset", ujarnya.




