Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Pentingnya Ekonomi sebagai Penggerak Bangsa

xeia.jpg.pagespeed.ic.xn6d9_xecp[Jurangmangu] Sabtu, 14 Januari 2012. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) menggelar  Economic Inside 2012 bertema pentingnya ekonomi sebagai penggerak bangsa. Diikuti oleh 400 mahasiswa STAN, kegiatan ini mengundang atensi tinggi dari para mahasiswa. Economic Inside 2012 berlangsung di Gedung G Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dengan mengundang pembicara Irfa Ampri dan Anies Baswedan . Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Direktur STAN yang didahului laporan koordinator pelaksana dan sambutan dari Presiden Mahasiswa (BEM) STAN

 

Irfa Ampri selaku Alternate Executive Director (AED) for South East Asia (SEA) voting group World Bank Group (WBG) sebelumnya bekerja selama hampir 20 tahun di Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Lulusan Business Administration dari Yokohama National University ini banyak berbagi pengetahuan mengenai Pencapaian Ekonomi 2011 dan Proyeksi Ekonomi 2012. Ia menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan ekonomi global, realisasi perekonomian 2011, proyeksi perekonomian 2012, serta tantangan dan peluang penguatan pelaksanaan APBN 2012. "Ekonomi Indonesia tumbuh mengesankan di tahun 2011 dan mampu terhindar dari krisis ekonomi global, meskipun demikian tingkat penduduk miskin dan pengangguran yang masih tinggi harus tetap diperhatikan" ujarnya. Di akhir penyampaian materi, Irfa Ampri mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia di tahun 2012 bisa tumbuh lebih tinggi dari yang diproyeksikan, asalkan dilakukan prioritas kebijakan diantaranya: peningkatan realisasi belanja modal dan percepatan implementasi infrastruktur, pembatasan subsidi energi dan non energi dengan tepat sasaran, peningkatan produktivitas, penegakan hukum dan anti korupsi, serta partisipasi aktif di forum internasional.

 

xei2Anies Baswedan, praktisi pendidikan dari Universitas Paramadina yang telah menerima berbagai penghargaan salah satunya Intelektual Publik Dunia yang paling berpengaruh (April, 2008) menjadi pembicara sesi kedua Economic Inside 2012. Ia merupakan tokoh intelektual muda pencetus program Indonesia Mengajar, sebuah program yang mengirimkan putra-putri terbaik negeri untuk mengabdi di sebuah Sekolah Dasar di desa terpencil dan tertinggal di pelosok nusantara. "Berhenti mengutuk kegelapan, mari menyalakan lilin" merupakan sebuah ungkapan yang berarti sebagai negeri yang besar, sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun, lebih baik turun tangan dan melakukan sesuatu. Anies Baswedan banyak bercerita mengenai pengabdian terhadap tanah air. "Sekolah Tinggi Akuntansi negara merupakan ujung tombak yang memiliki tugas moral untuk memperbaiki dan ikut menyelesaikan persoalan negara" ujarnya. "Menjaga integritas, mengembangkan world class competence, dan pintar membaca masa depan merupakan modal membangun Indonesia lebih baik,"pungkasnya.

 

Economic Inside 2012  yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa ini merupakan program baru yang terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai perkembangan dunia ekonomi Indonesia. Acara ini ditutup dengan penampilan "artsy" band dan pengumuman doorprize bagi mahasiswa terpilih dan penanya terbaik selama acara berlangsung.

Statistik Pengunjung
Statistik Pengunjung
109858
Hari iniHari ini146
KemarinKemarin1371
Minggu IniMinggu Ini3443
Bulan IniBulan Ini17305
TotalTotal109858
Hakcipta © 2012 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Powered by Joomla!