4_resize 1_resize 3_resize 2_resize

Seminar Purnabhakti "Kiat dan Strategi Menghadapi Pensiun dari Perspektif Psikologis dan Enterpreneurship"


[Yogyakarta] Senin, 12 November 2012. Setiap hari adalah anugerah terindah bagi kita, lakukan yang terbaik hari ini, dan semoga Alloh SWT memberkahi setiap langkah kita. Kalimat tersebut menjadi pesan dari Psikolog Rieny Hassan sesaat sebelum acara Seminar Purnabhakti selesai. Seminar Purnabhakti yang dieselenggarakan oleh Balai Diklat Keuangan Yogyakarta ini berlangsung meriah dengan hadirnya 2 (dua) orang narasumber. Dengan tema Seminar Persiapan Purnabhakti "Kiat dan Strategi Menghadapi Pensiun dari Perspektif Psikologis dan Enterpreneurship" sebanyak 100 peserta seminar hadir dalam acara tersebut. Peserta berasal dari jajaran pegawai Kementerian Keuangan di wilayah Jateng dan DIY serta beberapa peserta dari KPU Yogyakarta dan Kementerian Hukum dan HAM wilayah Yogyakarta.

Seminar purnabhakti ini dibuka dengan keynote speech dari Kepala Balai Diklat Keuangan Yogyakarta, Ririn Mardiyani. Dalam sambutannya, Ia mengatakan bahwa dalam menghadapi masa pensiun, diperlukan persiapan, masa depan, dan harapan. Persiapan mencakup aspek moral, spiritual dan material. Masa purnabakti adalah masa yang sangat indah, tidak ada hambatan sama sekali untuk melaluinya tentunya dengan harapan membawa manfaat bagi orang lain, yang semoga menjadi sebuah kenyataan.

Hadir dalam seminar Ibu Rieny Hassan sebagai narasumber utama yang membawakan materi mengenai tinjauan psikologis pensiun dilanjutkan dengan Aziz Khariri selaku narasumber kedua yang membagikan pengalaman mengenai Enterpreneurship. "Saat kita pensiun, kita harus berpikir out of the box, merubah rutinitas yang telah terbiasa dengan mempersiapkan segala sesuatunya", ungkap Rieny Hassan. Pensiun bukan sekedar berhenti bekerja, namun akan ada rutinitas yang hilang, karena itu perlu penyesuaian terutama masalah pola konsumsi dengan pendapatan. Identifikasikan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kehidupan yang baik dan benar.

Narasumber kedua Aziz Khariri membagikan pengalaman mengenai Enterpreneurship. Untuk memulai menjadi pengusaha, yang perlu dilakukan adalah action, action, action! Menurutnya, untuk mencapai kemapanan finansial dapat dilakukan dengan cara berinvestasi deposito, emas batangan, properti, reksadana, saham dan franchise/bisnis. Selain itu ia juga berbagi cerita mengenai bagaimana mengubah mindset seorang enterpreneurship, mencapai kemapanan finansial dan beberapa aturan investasi.

Seminar ditutup dengan tanya jawab dan penyerahan cinderamata pada kedua narasumber dan moderator, Jamilah Lestyowati.


 
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini315
mod_vvisit_counterKemarin348
mod_vvisit_counterMinggu ini1727
mod_vvisit_counterBulan ini8860
mod_vvisit_counterSemua261378

IP: 54.204.163.26
Login