img_4573.jpg _mg_4083.jpg _mg_5881.jpg img_2661.jpg _mg_3416.jpg _mg_2878.jpg img_8778.jpg

PEMIMPIN DALAM PRAKTEK

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Artikel - Umum


PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu membutuhkan adanya pemimpin. Di dalam kehidupan rumah tangga misalnya diperlukan adanya pemimpin atau kepala keluarga. Di sebuah Negara tentu ada Presidennya. Ini semua menunjukkan betapa pentingnya kedudukan pemimpin dalam suatu masyarakat, baik dalam skala kecil maupun dalam skala yang besar.

Oleh karena itu, terasa dan terbayang sekali betapa dalam pandangan terhadap “pemimpin” yang mempunyai kedudukan yang sangat penting, karenanya siapa saja yang menjadi pemimpin tidak boleh dan jangan sampai menyalahgunakan kepemimpinannya untuk hal-hal yang tidak benar.

Untuk mengetahui dan melaksanakan kegiatan seorang pemimpin dalam kepemimpinan, pastilah harus diketahui batasan-batasan kepemimpinan itu sendiri. Pengertian atau definisi pemimpin dan kepemimpinan perlu diberikan batasan agar tulisan lebih dapat dimaknai. Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Dalam praktek sehari-hari antara pemimpin dan kepemimpinan sering diartikan sama, padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

Arti Kepemimpinan adalah sebagian proses menggerakkan dan mempengaruhi orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (dalam hal ini tujuan organisasi atau kelompok). Sedangkan arti Pemimpin adalah seorang yang melakukan Kegiatan Kepemimpinan.

Karena itu, para pemimpin dan orang-orang yang dipimpin harus memahami hakikat kepemimpinan dalam pandangan yang mendalam, yaitu sebagai berikut:

 

 

1. Tanggung jawab, bukan keistimewaan

Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin suatu lembaga atau institusinya, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin dan harus mampu mempertanggungjawabkannya, bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Tuhan. Jabatan dalam semua tingkatan bukanlah suatu keistimewaan, dan oleh karena itu seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa sebagai manusia yang istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan dan jangan marah bila orang lain tidak mengistimewakan dirinya.

2. Pengorbanan, bukan fasilitas

Menjadi pemimpin atau pejabat bukanlah untuk menikmati kemewahan atau kesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan, tapi justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanannya, apalagi ketika masyarakat yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit.

Karena itu merasa terasa aneh bila dalam anggaran belanja negara atau daerah terdapat anggaran dalam puluhan bahkan ratusan juta rupiah untuk membeli pakaian bagi para pejabat, padahal ia sudah mampu membeli pakaian dengan harga yang mahal sekalipun.

3. Kerja keras, bukan santai

Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang dipimpinnya dan selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Untuk itu, para pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan optimisme.

4. Melayani, bukan sewenang-wenang

Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya. Seseorang menjadi pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya. Oleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayanan terhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan hidup, artinya tidak ada keinginan sedikitpun untuk membohongi rakyatnya apalagi menjual rakyatnya, berbicara atas nama rakyat atau kepentingan rakyat padahal sebenarnya untuk kepentingan diri, keluarga atau golongannya. Bila pemimpin seperti ini terdapat dalam kehidupan kita, maka ini adalah penghianatan yang paling besar.

5. Keteladanan dan kepeloporan, bukan pengekor

Dengan segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki sifat terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang pemimpin menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia telah menunjukkan kejujuran itu. Ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi, maka ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah kemewahan. Masyarakat sangat menuntut adanya pemimpin yang bisa menjadi pelopor dan teladan dalam kebaikan dan kebiasaan.

TUGAS POKOK KEPEMIMPINAN

Peranan kepemimpinan sebagai penggerak atau motor dari sumber daya manusia, dana, sarana dan sebagainya yang ada dalam organisasi. Oleh karena itu tugas kepemimpinan adalah menggerakkan sumber-sumber yang ada pada organisasi secara efisien, efektif, dan terpadu.

Untuk melaksanakan tugas kepemimpinan di atas, John D. Millet mengemukakan delapan ciri-ciri kepemimpinan sebagai berikut:

1. Kesehatan yang baik, kekuatan pribadi dan ketahanan fisik;

2. Memahami tugas pokok (mission), komitmen pribadi terhadap kegiatan atau tujuan bersama, anthusiasme, kepercayaan diri;

3. Memiliki perhatian kepada orang lain, ramah-tamah, memperhatikan masalah orang lain;

4. Intelejensi (tidak perlu harus memiliki pengetahuan yang detil atau ahli, tetapi “common sense” yang baik), kemampuan yang siap dan cepat untuk memahami unsur-unsur yang esensial dari informasi yang perlu, dan kapasitas untuk menggunakan pengetahuan;

5. Integritas, memahami kewajiban moral dan kejujuran, kemauan untuk menjadikan pencapaian sesuatu sebagai hasil bersama, kemampuan untuk menetapkan standar tingkah laku pribadi dan resmi yang akan menghasilkan sikap dari orang lain;

6. Sikap persuasif kemampuan mempengaruhi orang lain untuk menerima keputusan-keputusannya;

7. Kritis, kemampuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan orang yang bekerja dengan dan bagaimana memperoleh kemanfaatannya secara maksimal bagi organisasi.

8. Kesetiaan, perhatian penuh kepada kegiatan bersama dan juga kepada orang-orang yang bekerja dengannya, semangat mempertahankan kelompoknya terhadap serangan dari luar.

Selanjutnya, S.P. Siagian mengemukakan bahwa untuk dapat melaksanakan tugas memimpin orang, memimpin pelaksanaan pekerjaan dan menggerakkan sumber-sumber material dengan baik, seorang pemimpin harus memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

1. Memiliki kondisi fisik yang sehat sesuai dengan tugasnya;

2. Berpengetahuan luas;

3. Mempunyai keyakinan bahwa organisasi akan berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui dan berkat kepemimpinannya;

4. Mengetahui dengan jelas sifat hakiki dan kompleksitas daripada tujuan yang hendak dicapai;

5. Memiliki stamina (daya kerja) anthusiasme yang besar;

6. Gemar dan cepat mengambil keputusan;

7. Objektif dalam arti dapat menguasai dan lebih banyak menggunakan rasio;

8. Adil dalam memperlakukan bawahan;

9. Menguasai prinsip-prinsip human relations;

10. Mengetahui teknik-teknik berkomunikasi;

11. Dapat dan mampu bertindak sebagai penasehat, guru, dan kepala terhadap bawahannya tergantung asas situasi dan masalah yang dihadapi;

12. Mempunyai gambaran yang menyeluruh tentang semua aspek kegiatan organisasi.

Di atas telah disebutkan perihal tugas-tugas seorang pemimpin, akan tetapi dari sekian banyak tugas yang harus dilaksanakan maka tugas yang paling utama adalah memimpin orang-orang. Sebab dalam setiap organisasi bidang apa saja, baik bidang pemerintahan maupun perusahaan serta lain-lainnya maka faktor oranglah yang paling menentukan dan menjadi tolok ukur sukses atau tidaknya tujuan yang akan dicapai itu. Orang-orang yang ada dan terlibat di dalam organisasi mampu berperan serta berprestasi optimal atau tidak, sangat tergantung kepada kemampuan dan kecakapan pemimpin dalam memimpin orang-orang yang ada di dalam organisasi yang dipimpinnya.

Memimpin berarti mempengaruhi orang-orang yang menjadi bawahannya/orang-orang yang menjadi pengikutnya/orang-orang yang ada di sekitarnya, membuat orang-orang suka dan mau bekerja sejalan dengan keinginan pemimpinnya, menggerakkan orang-orang, alat-alat dan sumber-sumber lain yang ada serta diarahkan secara terpadu menuju sasaran yang dikehendaki bersama.

Kesemua itu hanya akan terwujud apabila seseorang yang menyandang predikat pemimpin memiliki segenap persyaratan yang mendukung dan menunjang terlaksananya secara konkrit pekerjaan atau tugas di atas yang lebih banyak menuntut persyaratan di bidang mental dan spiritual.

PRAKTEK-PRAKTEK DALAM KEPEMIMPINAN

Menjadi pemimpin yang baik tidak hanya dilihat dari kinerja tinggi, karena mungkin hanya beberapa persen saja karyawan yang berkinerja tinggi berbakat jadi pemimpin. Alasannya pertama, karena pemimpin yang baik harus memiliki soft skill atau emotional intelligent yang kuat sehingga mereka bisa mengontrol diri lebih baik dan membina hubungan baik dengan orang lain. Kedua, pemimpin harus cepat belajar dan menerapkan keahlian barunya dalam pekerjaannya.

Untuk bisa menjadi pemimpin yang sukses, diperlukan people skill untuk bisa memotivasi, menyatukan, memberi harapan dan mengobarkan semangat anak buah. Pemimpin yang efektif bisa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman untuk anak buahnya yang akan berpengaruh terhadap pencapaian target dan produktivitas yang lebih tinggi.

Di dalam artikel ini, penulis akan mengutip beberapa contoh para pejabat, manajer, pemimpin perusahaan dalam mempraktekkan kepemimpinannya, dengan bersumber dari rujukan berbagai mass media seperti berikut ini:

Kepemimpinan Sudirman MR., sebagai Vice Presiden PT Astra Motor Daihatsu*)

1) Untuk mengambil keputusan:

Selalu mengkombinasikan antara logika dan hati yang dipakai. Secara otomatis saat otak berpikir, dia selalu mengucapkan bismillah supaya menghasilkan kebijakan yang membuat baik untuk semua orang.

2) Memaknai kesuksesan

Melihat keberhasilan ini sebagai hasil bersama dan sebuah prestasi dari suatu perencanaan yang matang. Bukan kebetulan yang tiba-tiba, maka selalu ditekankan supaya selalu memiliki rencana kerja yang tepat dan membentuk tim yang solid.

Keberhasilan Daihatsu bukan karena Sudirman semata, tapi hasil kerja keras semua lini. Memang Sudirman sering turun ke lapangan untuk menyemangati mereka. Dia dulu memulai karir dari bawah maka Dia pun bisa merasakan apa yang mereka alami. Jadi, ketika bekerja di datangi oleh atasan dan diberi semangat akan berarti sekali baginya, ungkap Sudirman MR (bersumber dari majalah “Tempo” tanggal 29-04-2007).

*) Menghasilkan kolaborasi Daihatsu ‘Xenia’ dengan Toyota ‘Avanza’.

· Sofyan Basir, Direktur Utama BRI (2005 – sekarang)

1) Sebagai seorang pemimpin perusahaan, Sofyan Basir berprinsip ia bukan apa-apa tanpa karyawannya yang merupakan eksekutor di lapangan. Tidak mengherankan jika Sofyan tidak segan menyambangi para karyawan hingga di wilayah-wilayah pelosok untuk memberi dukungan. Untuk menyampaikan langsung, di mana pun mereka berada bahwa mereka adalah anak-anaknya.

2) Sebagai seorang pemimpin perusahaan, Sofyan mengungkapkan bahwa dalam memimpin suatu perusahaan, seorang CEO (Chief Executive Officer) memerlukan perasaan yang kuat, bukan sekedar rasionalitas. Seorang CEO pun harus kuat dalam mengarahkan para karyawan, termasuk mengingatkan karyawan bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah (Media Indonesia, 20-12-2010 “Menembus Batas hingga Pelosok).

· Djoko Utomo, MA., sebagai Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

1) Sebagai seorang pemimpin, Djoko Utomo, boleh disebut sebagai manusia perfeksionis. Segala hal hingga detail-detail terkecil pun ia perhatikan. Lembaga yang dia pimpin tidak populer, namun merupakan “juru kunci kedaulatan negara” karena tersimpan ratusan ribu arsip yang tak ternilai harganya mulai dari zaman penjajahan hingga pemerintahan saat ini.

2) Sebagai pemimpin di lembaga Arsip Nasional, Djoko Utomo sadar, untuk mengamankan ratusan ribu arsip tersebut membutuhkan kerja sangat keras bukan saja dari dirinya, tapi juga semua pegawai ANRI. Karena itu, dengan gaya kepemimpinannya ia selalu menciptakan suasana kebersamaan dan harmoni di lingkup ANRI. Reward and punishment juga ia berikan. Setiap tahun ia juga rutin mengirim stafnya untuk mendalami ilmu kearsipan di Universitas Leidin, Belanda, mulai dari short course, program master, hingga tingkat doktoral.

3) Dengan dedikasi yang tinggi dan secara total mencurahkan seluruh kemampuannya untuk memperbaiki seluruh sistem di lembaga yang ia pimpin, membuahkan hasil, yaitu pada waktu itu ketika pada 14 September 2004 ANRI mendapat penghargaan dari Direktur UNICEF (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organzation) sebagai Archievers of the Dutch East India Company (VOC Archieves), (Forum Keadilan, No. 44, 5 Maret 2006).

PENUTUP

Dari sekedar catatan diatas, dalam praktek kita semua harus berusaha untuk menerapkan pengertian-pengertian tersebut dengan baik dan secara berangsur-angsur. Satu hal yang benar-benar ditekankan adalah sifat ikhlas dan bersemangat dalam melaksanakan sesuatu kegiatan, apalagi dalam kepemimpinan, harus dijaga betul-betul semangat untuk maju terus. Untuk itu seorang pemimpin haruslah selalu ada api semangat dalam dadanya. Manakala pemimpin, api semangat tersebut mengecil, jangan diharap organisasinya dapat maju.

Dari penjelasaan di atas, kita bisa menyadari betapa penting kedudukan pemimpin bagi suatu organisasi, karena jangan sampai kita salah memilih pemimpin, baik dalam tingkatan yang lebih rendah kepala rumah tangga, ketua RT, pengurus masjid, lurah, camat, kepala kantor, dan sampai tingkat yang lebih tinggi seperti anggota parlemen, bupati/walikota, gubernur, menteri dan bahkan presiden.

Karena itu, orang yang terbukti tidak mampu memimpin, menyalahkan ke pemimpinannya untuk misi yang tidak benar dan orang yang kita ragukan untuk bisa memimpin dengan baik, tidak layak kita percayai menjadi pemimpin.

Penulis,

Abu Samman Lubis

WI BDK Pontianak

Referensi:

Soekarno K. 1986. Dasar-Dasar Manajemen. Miswar: Jakarta.

Media PTPN XIII Edisi Nomor: 08 Tahun II 2003.

Warta Pustakaan, No. 15, November 1996.

 
FOTO-FOTO
JoomGallery not installed
CARI
Login



Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini209
mod_vvisit_counterKemarin191
mod_vvisit_counterMinggu ini400
mod_vvisit_counterBulan ini5468
mod_vvisit_counterSemua406915

IP: 107.22.70.215
jpfchat15online
  • No users online