logo lpse.jpg img_2685_resize.jpg _mg_8238.jpg img_2665_resize.jpg img_1465.jpg kelas a_resize.jpg _mg_1324.jpg _mg_7581.jpg img_2661_resize.jpg jhfvjfsdnvdsf_resize.jpg

Balai Diklat Keuangan Pontianak

Evaluasi Kemajuan Peserta Workshop CPO & Minerba

Berikut kami sampaikan kemajuan nilai pre-test dan post-test peserta Workshop Identifikasi CPO & Minerba Tahun Anggaran 2013:

 

Kembali Mengabdi

[Pontianak] Jum’at, 17 Mei 2013. Hari ini menjadi hari yang menyenangkan sekaligus mengharukan bagi 29 orang pegawai dari beberapa satker Ditjen Bea dan Cukai di Kalimantan Barat yang selama 5 pekan telah mengikuti DTU Kesamaptaan Angkatan 3 yang diselenggarakan oleh BDK Pontianak, bekerjasama dengan Batalyon 465 Paskhas TNI AU. Ditutup secara resmi oleh Evi Octavia, Kabid Pemberantasan dan Penyidikan Kanwil Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, acara penutupan berlangsung dengan penuh khidmat.

Sambutan Evi Octavia

Setelah melalui berbagai aspek penilaian, mulai dari aspek fisik hingga kedisiplinan, DTU Kesamaptaan kali ini menobatkan Ricki Herdian Bata, pelaksana Kanwil Ditjen Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat sebagai siswa terbaik. Acara penutupan diklat ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kebolehannya yang telah intensif dilatih di minggu terakhir pelaksanaan diklat. Diakhiri dengan yel-yel unik yang menggugah semangat, seluruh peserta berpartisipasi menunjukkan hasil latihannya mulai dari bela diri karate, mountaineering, dan rappelling.


_MG_2869.JPG

Beberapa atraksi yang ditunjukkan oleh siswa DTU Kesamaptaan


Siswa terbaik Samapta Angkatan 3

Dengan berakhirnya diklat kesamaptaan ini, ketika kembali mengabdi di satkernya masing-masing, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi manusia baru yang lebih tangguh, baik secara fisik maupun mental, yang memang menjadi prasyarat utama bagi setiap pegawai Ditjen Bea dan Cukai, yang selain memiliki fungsi pelayanan, juga memiliki fungsi pengawasan.

Singkat Padat
Sementara di tempat lain, tepatnya di Hotel Grand Mahkota, Pontianak, berakhir pula Workshop Identifikasi Minerba dan CPO yang telah berlangsung selama 5 hari mulai Senin (13/5) lalu. Selain menggunakan metode belajar di kelas, pembelajaran juga dilaksanakan dengan cara simulasi di lapangan lewat kunjungan ke Desa Suba untuk mengidentifikasi minerba, khususnya bauksit.



Kunjungan peserta workshop ke Desa Suba untuk belajar mengidentifikasi bauksit

Workshop ditutup secara resmi oleh Rudi Herry Kurniawan, Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalbagbar, yang dalam sambutannya menekankan kembali tentang pentingnya acara workshop ini, dimana setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi dengan tepat minerba dan CPO yang keluar masuk kawasan NKRI, khususnya di wilayah Kalimantan Barat. Hal ini secara langsung diharapkan mampu menggenjot penerimaan bea keluar yang tahun ini ditargetkan lebih tinggi 100% daripada tahun lalu.
 

Workshop Identifikasi Minerba & CPO Resmi Dibuka Hari Ini

CPO_07032012165342.jpg

[Pontianak] Senin, 13 Mei 2013. Dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat yang diwakili oleh Elfi Harris, Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Kalbagbar, Workshop Identifikasi Minerba dan Crude Palm Oil (CPO) yang diselenggarakan BDK Pontianak kali ini adalah workshop yang baru diselenggarakan kedua kalinya oleh BPPK selama ini, setelah BDK Pekanbaru yang menyelenggarakan acara sejenis beberapa waktu yang lalu.

Sambutan Elfi Harris yang mewakili Kepala Kanwil DJBC Kalbagbar

“Kami sangat mengapresiasi BDK Pontianak yang merespon dengan cepat kebutuhan kami akan dilaksanakannya pelatihan terkait identifikasi minerba dan CPO ini," ucap Elfi dalam pembukaan sambutannya.

Hal ini mengingat workshop ini sebelumnya tidak masuk ke dalam kalender diklat Pontianak untuk tahun anggaran 2013. Akan tetapi, karena permintaan Kanwil DJBC Kalbagbar yang melihat CPO dan minerba ini sebagai komoditi utama di Kalimantan Barat dan dibutuhkan pelatihan khusus terkait hal tersebut, maka BDK Pontianak, demi memenuhi komitmennya memasukkan Workshop Identifikasi CPO dan Minerba ke dalam agendanya tahun ini.

“Dengan mengidentifikasi minerba dan CPO dengan tepat, kita dapat meningkatkan penerimaan bea keluar yang tahun ini ditargetkan sebesar Rp 925 Milyar Rupiah, lebih tinggi 100% dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 400 Milyar Rupiah,” sambung Elfi.

“Orang di pusat tentu tidak asal saja ketika menetapkan angka tersebut, mereka pasti memiliki pertimbangan yang realistis dan kita harus yakin bahwa kita dapat mencapainya kalau kita mau bekerja di atas standar, “lanjut Elfi lagi.

Workshop Identifikasi Minerba dan CPO ini akan diselenggarakan selama 5 hari sampai dengan tanggal 17 Mei 2013. Bertempat di Hotel Grand Mahkota, Pontianak, acara ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari satker-satker DJBC di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
 

Sosialisasi Bagian Kepegawaian

[Pontianak] Rabu, 8 Mei 2013. Mengambil di tempat ruang rapat Balai Diklat Keuangan Pontianak, telah dilaksanakan acara sosialisasi dari Bagian Kepegawaian Sekretariat BPPK yang diwakili oleh dua orang pelaksana, Riki Effendi dan Pratiwi Wijayanti. Terdapat tiga bahasan utama yang disampaikan dalam acara ini di antaranya KMK No. 32 tahun 2013 tentang Pengendalian Intern, Assessment Center, dan KMK no. 127 Tahun 2013 tentang Program Budaya Kementerian Keuangan.

Dihadiri oleh seluruh pegawai di Balai Diklat Keuangan Pontianak, acara sosialisasi yang berlangsung dari pukul 09.00 pagi hingga menjelang waktu Ashar berlangsung cukup menarik dan memancing timbulnya diskusi-diskusi interaktif yang seru karena selain tiga hal utama yang dibahas di atas, dibahas pula masalah-masalah lain mulai dari izin belajar hingga mutasi.

 

Kalau Bersih, Kenapa Harus Risih?

[Pontianak] Rabu, 8 Mei 2013.

“Mengapa kami mengangkat tema anti korupsi dalam pengadaan barang dan jasa? Karena khususnya di Kalimantan Barat ini sangat sulit sekali ternyata mencari orang-orang yang mau untuk menjadi panitia pengadaan,” ungkap Kepala BDK Pontianak, M. Sandri Merizanta dalam sambutannya pada Seminar Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh BDK Pontianak yang bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/5) kemarin.


Sambutan dari Kepala BDK Pontianak


“Penyebabnya orang takut ketika nanti terjadi apa-apa akan berurusan dengan Kejaksaan, dengan KPK, urusannya menjadi panjang, bekerja menjadi tidak nyaman, intinya resikonya terlalu besar,” lanjut Sandri lagi.

Mengamini sambutan Sandri, Eddy Marlan, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Barat sekaligus Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan di Kalimantan Barat yang juga turut menyampaikan sambutan mengungkapkan, “Kadang peraturan yang dibuat oleh manusia ini lebih kejam daripada peraturan yang dibuat oleh Tuhan.”

“Masa ketika kita bertemu di jalan sama rekanan kita pura-pura tidak kenal dan cuek, padahal kan dia sudah bisa kita anggap sebagai teman,” tandas Eddy lagi.


Sambutan Eddy Marlan, selaku Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Kalimantan Barat


Hal tersebut diungkapkan Eddy terkait salah satu ironi dalam bentuk kode etik yang ada dalam proses pengadaan barang dan jasa dimana antara panitia pengadaan dan rekanan tidak diperkenankan untuk mengadakan kontak di luar pelaksanaan pengadaan secara resmi karena dikhawatirkan akan timbul kecurigaan dari masyarakat atau rekanan lain akan terjadinya praktek KKN.

Seminar yang diselenggarakan di hotel Mercure, Pontianak menghadirkan Roro Wide Sulistyowati dan Irfan Herfiansyah Utomo yang berasal dari KPK. Dimoderatori oleh Misail Palagia, Kasubbag Tata Usaha dan Kepatuhan Internal BDK Pontianak, seminar dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi I yang membahas korupsi secara umum dan sesi II yang membahas korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.


Pembicara seminar anti korupsi beserta moderator


Ungkapan “Kalau bersih kenapa risih?” menjadi jargon menarik yang dimunculkan oleh salah satu pembicara, Roro Wide Sulistyowati. Menurutnya, investigasi yang dilakukan oleh KPK sendiri mengikuti prinsip “follow the money” dimana yang akan ditelusuri adalah pihak-pihak yang terbukti menerima aliran dana korupsi yang merugikan keuangan negara saja. jadi, menjawab kekhawatiran banyak orang, terutama para panitia/calon panitia pengadaan sebenarnya tidak perlu khawatir terjerat kasus korupsi selama mereka tidak menerima uang korupsi tersebut.

Seminar anti korupsi ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta yang berasal dari unit-unit Kementerian Keuangan di Kalimantan Barat. Dalam seminar ini turut hadir pula, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Kalimantan Barat, Marni Misnur, selain Kepala Kanwil Ditjen Pajak Kalimantan Barat, Eddy Marlan yang memberikan sambutan di awal acara.

 
FOTO-FOTO
JoomGallery not installed
CARI
Login



Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini51
mod_vvisit_counterKemarin62
mod_vvisit_counterMinggu ini51
mod_vvisit_counterBulan ini3385
mod_vvisit_counterSemua325590

IP: 23.22.76.170
jpfchat15online
  • No users online