[Pontianak] Jum’at, 17 Mei 2013. Hari ini menjadi hari yang menyenangkan sekaligus mengharukan bagi 29 orang pegawai dari beberapa satker Ditjen Bea dan Cukai di Kalimantan Barat yang selama 5 pekan telah mengikuti DTU Kesamaptaan Angkatan 3 yang diselenggarakan oleh BDK Pontianak, bekerjasama dengan Batalyon 465 Paskhas TNI AU. Ditutup secara resmi oleh Evi Octavia, Kabid Pemberantasan dan Penyidikan Kanwil Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, acara penutupan berlangsung dengan penuh khidmat.
Sambutan Evi Octavia
Setelah melalui berbagai aspek penilaian, mulai dari aspek fisik hingga kedisiplinan, DTU Kesamaptaan kali ini menobatkan Ricki Herdian Bata, pelaksana Kanwil Ditjen Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat sebagai siswa terbaik. Acara penutupan diklat ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kebolehannya yang telah intensif dilatih di minggu terakhir pelaksanaan diklat. Diakhiri dengan yel-yel unik yang menggugah semangat, seluruh peserta berpartisipasi menunjukkan hasil latihannya mulai dari bela diri karate,
mountaineering, dan
rappelling.
Beberapa atraksi yang ditunjukkan oleh siswa DTU Kesamaptaan
Siswa terbaik Samapta Angkatan 3
Dengan berakhirnya diklat kesamaptaan ini, ketika kembali mengabdi di satkernya masing-masing, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi manusia baru yang lebih tangguh, baik secara fisik maupun mental, yang memang menjadi prasyarat utama bagi setiap pegawai Ditjen Bea dan Cukai, yang selain memiliki fungsi pelayanan, juga memiliki fungsi pengawasan.
Singkat Padat Sementara di tempat lain, tepatnya di Hotel Grand Mahkota, Pontianak, berakhir pula
Workshop Identifikasi Minerba dan CPO yang telah berlangsung selama 5 hari mulai Senin (13/5) lalu. Selain menggunakan metode belajar di kelas, pembelajaran juga dilaksanakan dengan cara simulasi di lapangan lewat kunjungan ke Desa Suba untuk mengidentifikasi minerba, khususnya bauksit.
Kunjungan peserta workshop ke Desa Suba untuk belajar mengidentifikasi bauksit
Workshop ditutup secara resmi oleh Rudi Herry Kurniawan, Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalbagbar, yang dalam sambutannya menekankan kembali tentang pentingnya acara
workshop ini, dimana setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi dengan tepat minerba dan CPO yang keluar masuk kawasan NKRI, khususnya di wilayah Kalimantan Barat. Hal ini secara langsung diharapkan mampu
menggenjot penerimaan bea keluar yang tahun ini ditargetkan lebih tinggi 100% daripada tahun lalu.