pekanbaru5 pekanbaru1 pekanbaru2 pekanbaru3 pekanbaru4 pekanbaru6

Cara Sederhana Memahami Pembukuan BKU Bendahara Pengeluaran” Bagian satu: Tugas Menerima Bendahara Pengeluaran Dan Trik Memahami Serta Cara Mengecek Kebenaraan Pembukuan Bendahara

“Cara Sederhana Memahami Pembukuan BKU Bendahara Pengeluaran

Bagian satu:

Tugas Menerima Bendahara Pengeluaran Dan

Trik Memahami Serta Cara Mengecek Kebenaraan Pembukuan Bendahara

Oleh: Deddy Candra, SS.T., Ak.

Akhirnya tersaji juga hidangan cara sederhana memahami pembukuan BKU bendahara pengeluaran ini. Tulisan yang ada dihadapan Anda ini merupakan pengalaman belajar dan mengajar penulis tentang pembukuan bendahara pengeluaran. Bulan Nopember 2009, merupakan garis start mulai berlakunya peraturan baru tentang pembukuan bendahara. Itulah awal penulis belajar bagaimana dan seperti apa konsep pembukuan bendahara yang baru tersebut. Setelah melewati masa-masa belajar dan mengajar tentang konsep pembukuan bendahara. Inilah saatnya penulis tulis dalam bentuk tulisan yang terdiri dari 3 (tiga) bagian. Ketiganya akan disajikan secara terpisah tetapi merupakan satu kesatuan. Sengaja dibuat terpisah agar memudahkan Anda untuk memahaminya. Dan memang betul orang bijak mengatakan bahwa dibalik kesulitan itu terdapat kemudahan. Melalui tulisan ini penulis berharap semoga membantu siapapun dalam menerapkannya baik itu bendahara sendiri, Kuasa PA, Pejabat Pembuat Komitmen, atau siapapun yang berhubungan dengan pembukuan bendahara. Oleh sebab itu, saran penulis ikutilah tulisan ini dimulai bagian satu dan seterusnya. Selamat menikmati sajian segar dan semoga mencerahkan ini.

 

 

Mari kita mulai. Sewaktu pertama kali penulis mempelajari Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharan nomor 47/PB/2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja, pertanyaan penulis pertama kali adalah “apa itu yang dimaksud pembukuan bendahara?”. Dan pertanyaan ini pulalah yang sering penulis ajukan kepada setiap peserta pelatihan bendahara pengeluaran. Rata-rata mereka menjawab pembukuan bendahara adalah pembukuan yang dilakukan oleh bendahara atas transaksi ke dalam buku kas umum dan buku pembantu. Sepintas jawaban tersebut tampak benar. Jika pertanyaan kita agak sedikit pertajam, Transaksi apa yang perlu dibukukan oleh bendahara? Nah, mereka mulai melebarkan senyum dan saling berpandangan. Dengan senyum yang khas itu, jawaban yang mereka sampaikan pun bermacam-macam, ada yang menjawab membukukan uang persediaan yang diterima, ada pula penarikan uang dari bank ke brankas, dan banyak sekali jawaban yang sering penulis terima dari mereka. Intinya nada suara mereka mulai terasa nada keraguan atas jawaban mereka sendiri. Rasa keraguan ini pun membawa penulis kembali mengenang ketika pertama kali juga bingung ketika mempelajari tentang pembukuan ini.

Mengapa pertanyaan itu perlu kita ajukan? Jawabannya tidak lain adalah agar para bendahara tahu dan paham betul atas apa yang perlu mereka bukukan dan apa yang tidak perlu mereka bukukan.

Ada pula mereka yang jawab pembukuan itu adalah pencatatan transaksi. Transaksi yang sering kita artikan sebagai kejadian atau peristiwa. Hampir setiap hari terjadi kejadian yang dialami oleh seorang bendahara. Mulai dari berangkat ke kantor, sarapan pagi, duduk di meja kerja, dan hingga menghadap ke atasan merupakan kejadian-kejadian yang dialami bendahara sehari-hari. Jika pembukuan bendahara diartikan pembukuan atas transaksi atau kejadian maka bisa kita bayang betapa sangat kompleksnya pembukuan bendahara. Dengan sedikit bercanda kepada para peserta jangan-jangan bendahara pergi ke toilet pun dibukukan. Ha ha ha … Masih terbayang tawa dan senyum lebar para peserta mendengar canda saya.

Dari uraian singkat diatas, dapat kita bayangkan bahwasannya pembukuan bendahara tidak sekompleks yang kita bayangkan. Mengapa? Karena tidak semua transaksi perlu bendahara bukukan. Transaksi seperti apa yang kita bukukan? Yang jelas tidak semua transaksi itu dulu. Ettt, jangan marah. Kita perlu bersabar. Ikuti dulu penjelasan penulis selanjutnya agar Anda dapat menyimpulkan sendiri apa itu pembukuan bendahara. Tapi untuk memuaskan rasa penasaran pembaca. Transaksi yang perlu dibukukan adalah transaksi yang mempengaruhi keuangan bendahara. Sehingga transaksi yang perlu dibukukan oleh bendahara hanya transaksi keuangan bendahara. Tapi apa itu transaksi keuangan. Mari kita teruskan penjabaran selanjutnya.

Untuk mengetahui apa dan bagaimana pembukuan bendahara, kita harus berkiblat ke Perdirjen Perbendaharaan Nomor Per-47/PB/2009 tanggal 10 November 2009  hal Petunjuk Pelaksanaan Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja.

Tugas bendahara pengeluaran

Kita mulai dari apa tugas seorang bendahara pengeluaran. Menurut perdirjen ini, Bendahara pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja negara dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada kantor/satuan kerja kementerian negara/lembaga.

Dari pengertian bendahara pengeluaran diatas, mari kita fokuskan hanya pada tugas pertama dan kedua, yaitu tugas menerima dan menyimpan. Tulisan bagian pertama ini kita fokuskan membahas tugas menerima. Selamat menikmati.

Uang apa saja yang Bendahara terima?

Sebelumnya, telah kita bahas bahwa salah satu tugas Bendahara pengeluaran adalah menerima. Jika kita ajukan pertanyaan sederhana, uang apa saja yang diterima bendahara? Jawaban yang sering dan langsung reflek dari peserta pelatihan adalah “uang persediaan”. Inilah jawaban yang paling sering mereka sebutkan pertama kali. Apa hanya itu? Untuk lebih jelasnya mari kita lihat satu per satu.

Masih, menurut Perdirjen Perbendaharan Nomor 47/PB/Tahun 2009 , uang yang bendahara terima dibagi menjadi 4 (empat) kelompok. Keempat kelompok ini dikenal sebagai sumber uang yang diterima bendahara. Pertama, uang yang diterima bendahara bersumber dari uang persediaan, yang dikenal dengan singkatan UP. UP merupakan uang muka kerja yang disediakan untuk satker dalam melaksanakan kegiatan operasional kantor sehari-hari. Bendahara menerima uang yang bersumber dari UP melalui terbitnya SPM/SP2D UP, SPM/SP2D TUP, dan SPM/SP2D GUP.

Kedua, bendahara menerima uang dari hasil pemotongan/pemungutan pajak sebagai wajib pungut (WAPU). Sebagai WAPU, bendahara pengeluaran berkewajiban untuk memotong/memungut pajak berupa PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, Pajak Pertambahan Nilai dan pajak-pajak lainnya. Seluruh hasil pemotongan/pemungutan pajak ini dikelompokan menjadi sumber uang dari pajak.

Ketiga, bendahara juga menerima uang yang bersumber dari penerbitan SP2D LS yang menggunakan rekening bank bendahara. Penerimaan uang ini dikenal dengan “LS Bendahara”. Uang-uang yang diterima bendahara melalui LS Bendahara dapat berupa gaji, uang makan, uang lembur, dan uang-uang lain. Jadi, seluruh penerimaan dari LS Bendahara dikelompok uang yang bersumber dari LS Bendahara.

Dan yang terakhir atau kelompok yang keempat adalah uang-uang yang tidak bersumber dari ketiga sumber diatas. Uang yang tidak bersumber dari UP, Pajak, dan LS Bendahara. Sumber uang yang keempat ini dinamakan sumber lain-lain”. Sumber lain-lain ini dapat berupa penerimaan jasa giro dari bank, penerimaan dana hibah, atau uang-uang lainnya yang bukan berasal dari UP, Pajak, dan LS Bendahara.

Keempat kelompok uang yang diterima bendahara inilah yang disebut sumber uang atau disebut juga Jenis Uang yang diterima bendahara.. Oleh karena itu, buku induk atau Buku Kas Umum dibantu oleh 4 (empat) kelompok buku pembantu sumber uang ini. Sumber uang yang berasal dari UP ditampung pada buku pembantu UP. Untuk uang yang bersumber dari pajak ditampung pada buku pembantu Pajak. Sementara uang yang bersumber dari LS Bendahara ditampung pada buku pembantu LS bendahara. Dan, uang-uang yang bersumber dari lain-lain ditampung pada buku pembantu lain-lain.

Perlu kita perhatikan! Setiap pembukuan yang kita lakukan maka keempat saldo-saldo buku pembantu diatas jika dijumlahkan seluruh saldonya akan menghasilkan jumlah yang sama dengan saldo BKU. Dengan kata lain, saldo buku pembantu UP ditambah saldo buku pembantu LS bendahara ditambah saldo buku pembantu pajak dan ditambah lagi saldo buku pembantu lain-lain maka hasilnya sama dengan saldo buku BKU. Inilah konsep pembukuan BKU menurut sumber uang yang akan menghasilkan sebuah rumus. Rumus sumber uang dapat kita gambarkan pada gambar berikut.

Kesimpulannya, untuk mengetahui apakah bendahara pengeluaran telah membukukan seluruh sumber uang yang telah ia terima dengan benar, yaitu dengan mengecek saldo buku-buku pembantu sumber uang dibandingkan dengan saldo buku BKU. Apabila total saldo buku-buku pembantu sumber uang tidak sama dengan saldo BKU maka kesimpulan kita bahwa bendahara telah melakukan kesalahan dalam pembukuan. Sebaliknya, jika jumlah total saldo buku-buku pembantu sumber uang hasilnya sama dengan saldo BKU maka pembukuan yang dilakukan oleh bendahara telah benar.

Selanjutnya ikutilah cara sederhana pembukuan bendahara dari sudut tugas menyimpan atau keberadaan uang bendahara pada bagian kedua tulisan ini. Selamat melanjutkan.

Daftar Perpustakaan

· Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharan nomor 47/PB/2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/ Satuan Kerja.

· Modul pembukuan Bendahara Pengeluaran oleh Muktaromin, SS.T., Ak., MM. Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharan Negara.

 

.


 

 
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini130
mod_vvisit_counterKemarin326
mod_vvisit_counterMinggu ini951
mod_vvisit_counterBulan ini3561
mod_vvisit_counterSemua169013

IP: 54.226.120.183
Login