As Build Drawing PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
Berita - Berita
Ditulis oleh Aslamawan   
Jumat, 03 Mei 2013 09:25

 

KONSULTAN PERENCANA, PELAKSANA ATAU KONSULTAN PENGAWASKAH YANG BERTANGGUNG JAWAB MEMBUAT SHOP DRAWING DAN AS BUILT DRAWING?

Oleh: Fatimah

Widyaiswara Balai Diklat Keuangan Malang

Ada pertanyaan menarik yang disampaikan oleh salah seorang peserta diklat sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Peserta bertanya, sebenarnya siapa yang bertanggung jawab untuk membuat shop drawing dan as built drawing? Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita harus mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan as built drawing dan shop drawing. Ada beberapa pengertian dari shop drawing dan as build drawing antara lain:

1. A shop drawing is a drawing or set of drawings produced by the contractor,  supplier, manufacturersubcontractor, or  fabricator. Shop drawings are typically required for prefabricated components.

2. Shop drawing adalah gambar yang dibuat oleh kontraktor sebagai pedoman atau dasar pelaksanaan pekerjaan di lapangan

3. Shop drawing menjadi media komunikasi yang vital antara design dan pelaksanaan

4. As-built drawings are the final set of drawings produced at the completion of a construction project.

5. As-built drawings adalah gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan.

6. Gambar as-built drawings adalah gambar actual pelaksanaan setelah proses pekerjaan lapangan selesai dikerjakan.

Dari beberapa definisi di atas, kita bisa mengetahui bahwa shop drawing adalah gambar-gambar yang dibuat sebelum memulai pelaksaan pembangunan, sedangkan as-built drawings adalah gambar-gambar yang dihasilkan setelah proses pekerjaan konstruksi selesai. As-built drawings harus menggambarkan dan sesuai dengan pekerjaan lapangan yang dilakukan.


Selanjutnya untuk menjawab siapa yang membuat shop drawing dan as-built drawings tersebut kita perlu memahami proses pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi. Di dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45 tahun 2007 tentang pedoman teknis pembangunan gedung negara, terdapat tiga pekerjaan yang akan saling berhubungan, yaitu

1. Perencanaan Teknis Konstruksi dilaksanakan oleh konsultan perencana konstruksi

2. Pelaksanaan Konstruksi  dilaksanakan oleh pelaksana konstruksi

3. Pengawasan konstruksi dilaksanakan oleh konsultan pengawas konstruksi

Sekarang mari kita lihat, apa saja yang dikerjakan oleh masing-masing konsultan dalam melaksanakan pekerjaannya.

Perencanaan teknis konstruksi

Perencanaan teknis konstruksi merupakan tahap penyusunan rencana teknis (disain)     bangunan gedung negara, termasuk yang penyusunannya dilakukan dengan menggunakan disain berulang atau dengan disain prototip. Keluaran akhir tahap perencanaan, yang meliputi dokumen perencanaan, berupa: Gambar Rencana Teknis, Rencana Kerja dan Syarat-syarat    (RKS), Rencana Anggaran Biaya (Engineering Estimate), dan Daftar Volume Pekerjaan (Bill  of  Quantity) yang  disusun sesuai ketentuan.

Gambar rencana teknis merupakan imajinasi dari para perencana yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan pemilik pekerjaan untuk mengetahui sejauh mana bangunan yang direncanakan tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Oleh sebab itu, gambar rencana ini masih mengalami banyak perubahan.

Untuk keperluan pelelangan, konsultan perencana konstruksi juga membuat apa yang disebut gambar tender, yaitu gambar yang digunakan sebagai acuan dalam perhitungan volume pekerjaan dalam proses pemilihan pelaksana konstruksi. Gambar tender lebih detil daripada gambar rencana teknis. Ukuran-ukuran penting sudah tertera dengan jelas, gambar-gambar pelengkap sudah tersedia, acuan-acuan untuk membangun juga sudah diberikan. Gambar tender bertujuan untuk menunjang perhitungan yang cermat sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Gambar ini mengikat terhadap penawaran yang sudah diberikan dan menjadi acuan terhadap pembuatan kontrak dalam tahap selanjutnya.

Pelaksanaan konstruksi

Pelaksanaan konstruksi merupakan tahap pelaksanaan mendirikan bangunan       gedung, baik merupakan pembangunan baru, perbaikan sebagian atau seluruhnya, maupun   perluasan yang sudah ada, dan/atau lanjutan pembangunan yang belum selesai, dan/atau  perawatan (rehabilitasi, renovasi, restorasi) dilakukan dengan menggunakan penyedia jasa   pelaksana   konstruksi   sesuai ketentuan. Keluaran akhir yang harus dihasilkan pada tahap ini adalah:

a.  Bangunan gedung negara yang sesuai dengan dokumen untuk pelaksanaan konstruksi;

b.  Dokumen hasil Pelaksanaan Konstruksi, meliputi:

1)  gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (as built drawings).

2)  semua berkas perizinan yang diperoleh pada saat pelaksanaan konstruksi fisik, termasuk    Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

3) kontrak kerja pelaksanaan konstruksi fisik, pekerjaan pengawasan beserta segala         perubahan/addendumnya.

4) laporan harian, mingguan, bulanan yang dibuat selama pelaksanaan konstruksi fisik, laporan akhir manajemen konstruksi/pengawasan, dan laporan akhir pengawasan berkala.

5) berita acara perubahan pekerjaan, pekerjaan tambah/kurang,  serah  terima  I  dan  II,  pemeriksaan pekerjaan, dan berita acara lain yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi fisik.

6) foto-foto dokumentasi yang diambil pada setiap tahapan kemajuan pelaksanaan konstruksi fisik.

7) manual pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung, termasuk petunjuk yang     menyangkut pengoperasian dan perawatan peralatan dan perlengkapan mekanikal-elektrikal bangunan.

Agar hasil pembangunan tidak berbeda dari yang sudah direncanakan maka pihak pelaksana konstruksi membuat gambar yang isinya lebih detil daripada gambar rencana teknis yang dibuat konsultan perencana teknis. Gambar ini lebih rinci karena ukuran sudah diberikan hingga detil, material yang akan digunakan sudah dicantumkan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan, selain itu acuan-acuan pekerjaan juga sudah dicantumkan. Intinya gambar ini dibuat sejelas mungkin sehingga pelaksana pekerjaan seperti tukang dan pengawas mengerti hasil yang diinginkan dan mempunyai acuan untuk mewujudkan bangunan. Gambar inilah yang disebut dengan shop drawing.

Pengawasan konstruksi

Setelah kita memahami pekerjaan perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, selanjutnya kita perlu melihat kegiatan-kegiatan pada pekerjaan pengawasan konstruksi. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini terdiri atas: 

a)  Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan  konstruksi  yang  akan  dijadikan  dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan;

b) Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode pelaksanaan, serta mengawasi  ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan konstruksi;

c) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas, dan laju    pencapaian volume/realisasi fisik;

d) Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang  terjadi  selama pelaksanaan konstruksi;

e) Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan, laporan  harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh pelaksana konstruksi;

f)  Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawings) yang diajukan oleh pelaksana konstruksi;

g) Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As Built Drawings) sebelum serah terima;

h)  Menyusun  daftar  cacat/kerusakan  sebelum  serah terima, mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan,  dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan;

i) Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan, berita acara pemeliharaan  pekerjaan, dan serah terima pertama dan kedua pelaksanaan konstruksi sebagai  kelengkapan  untuk pembayaran angsuran pekerjaan konstruksi;

j) Bersama-sama penyedia jasa perencanaan menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung;

k)  Membantu  pengelola  kegiatan  dalam  menyusun Dokumen Pendaftaran;

l)  Membantu  pengelola  kegiatan  dalam  penyiapan kelengkapan  dokumen  Sertifikat  Laik  Fungsi  (SLF) dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

Lalu apa yang dihasilkan oleh konsultan pengawas konstruksi? Yang dihasilkan oleh konsultan pengawas konstruksi adalah persetujuan (approved). Persetujuan atas apa? Persetujuan atas shop drawing yang diajukan oleh pelaksana konstruksi. Di atas sudah penulis jelaskan bahwa shop drawing memuat ukuran, detil material dan acuan yang akan dikerjakan oleh pelaksana konstruksi, maka tugas konsultan pengawas konstruksi memberikan persetujuan atas hal tersebut. Misalnya, apakah ukurannya sudah sesuai, atau apakah material yang digunakan sesuai kebutuhan dan kontrak. Selanjutnya, konsultan mengeluarkan beberapa jenis persetujuan yang menunjukkan status shop drawing yaitu:

  1. Approved berarti shop drawing disetujui dan dapat dijadikan pedoman pelaksanaan di lapangan.
  2. Approved as note berarti disetujui dengan catatan-catatan yang ada untuk dijadikan pedoman pelaksanaan di lapangan
  3. Not approved berarti tidak disetujui dan pelaksana konstruksi harus membuat perbaikan-perbaikan sesuai dengan kesalahan teknis dan catatan yang ada.

Penanggung jawab pembuatan shop drawing dan as-built drawing

Dari penjelasan di atas maka kita bisa mengetahui bahwa ada beberapa gambar yang dihasilkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Gambar yang pertama adalah gambar rencana teknis, ada yang menyebutnya design engineering drawing, merupakan gambar yang dibuat oleh konsultan perencana konstruksi untuk menerjemahkan keinginan pengguna, gambar ini masih mungkin mengalami banyak perubahan. Gambar yang kedua adalah shop drawing, dibuat oleh pelaksana konstruksi dengan tujuan untuk menggambarkan lebih detil dari apa yang disampaikan dalam gambar rencana teknis. Gambar yang ketiga adalah as built drawing, yaitu gambar aktual setelah pekerjaan lapangan selesai dikerjakan, yang membuat juga pelaksana konstruksi.

Jadi, dari paparan di atas, maka bisa diambil simpulan bahwa pembuatan shop drawing dan as built drawing keduanya dibuat oleh pelaksana konstruksi. Walaupun demikian, di dalam prosesnya pembuatan shop drawing harus melewati persetujuan yang diberikan oleh konsultan pengawas konstruksi sehingga gambar yang tampil dalam as built drawing diharapkan sudah sesuai dengan keinginan pengguna. Walaupun tugas konsultan pengawas hanya mengawasi pelaksanaan pekerjaan, tetapi jika tidak dilakukan dengan baik, maka bangunan yang dihasilkan bisa jadi nantinya tidak sesuai bahkan mungkin kualitasnya jauh dari standar. Sebagai sesama konsultan mereka adalah rekan seprofesi, tetapi di dalam melaksanakan pekerjaan mereka harus independen dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan masing-masing. Demikian paparan penulis, semoga bisa memberikan manfaat bagi yang membaca.

“Orang bahagia merencanakan tindakan. Mereka tidak merencanakan hasil” (Dennis Wholey)


  1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45 tahun 2007 tentang pedoman teknis Pembangunan Gedung Negara
  2. http://www.wisegeek.com/what-are-as-built-drawings.htm
  3. http://www.ilmusipil.com/pengawasan-dan-pengendalian-mutu-pekerjaan-proyek
  4. http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/04/08/pentingnya-shop-drawing-dalam-proyek-konstruksi-452726.html
  5. http://en.wikipedia.org/wiki/Shop_drawing

 

 

LAST_UPDATED2
 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini70
mod_vvisit_counterKemarin342
mod_vvisit_counterMinggu ini1838
mod_vvisit_counterBulan ini7744
mod_vvisit_counterSemua230479

IP: 54.204.163.26

Login