GEdung Cimahi 2 GEdung cimahi 3 Foto Gedung BDK Cimahi

Balai Diklat Keuangan Cimahi

Publikasi Karya Tulis

AKUNTANSI ASURANSI SYARIAH: “AKUNTANSI DANA PESERTA”

Oleh: Erny  Arianty (Kepala Seksi Evaluasi dan Informasi BDK Cimahi)

 

Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan toong menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui aqad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Karakteristik asuransi syariah, meliputi sebagai berikut:

1.    Aqad pada asuransi syariah adalah tabarru (hibah) dalam lingkup ta’awun (tolong menolong).
2.    Adanya Dewan Pengawas syariah di asuransi syariah untuk mengawasi operasional perusahaan, apakah berjalan sesuai dengan syariah.
3.    Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta, perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya.
4.    Investasi yang berasal dari premi nasabah diinvestasikan pada instrument syariah
5.    Pembayaran klaim dari rekening tabarru (dana social) seluruh peserta, yang sejak awal sudah diikhlaskan oleh peserta untuk keperluan tolong menolong bila terjadi musibah.
6.    Keuntungan yang diperoleh akan dibagi anatara pengelola dengan peserta (sesuai dengan prinsip bagihasil/mudharabah)

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 15 April 2014 03:47)

Selengkapnya...

 

Publikasi Karya Tulis

PERANAN EVALUASI DIKLAT

TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS  DIKLAT

Oleh:  Erny Arianty (Kepala Seksi Evaluasi dan Informasi BDK Cimahi)


A. Definisi  Evaluasi DIklat

Evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Kedua pendapat tersebut secara implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan lebih luas daripada pengukuran dan testing.  Pengertian evaluasi diklat yang diambil dari modul evaluasi diklat yang ditulis oleh Agus Hekso Pramudijono adalah suatu proses sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan program diklat dengan kriteria tertentu untuk keperluan pembuatan keputusan  Definisi evaluasi disebutkan juga di dalam  Peraturan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Nomor PER- 1/PP/2012, evaluasi merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk membantu perencanaan, perbaikan, dan pengembangan serta penyempurnaan suatu kegiatan.

Berdasarkan definisi-definisi yang telah disebutkan,  sangat jelas bahwa evaluasi diklat merupakan komponen  penting dalam sistem diklat. Tanpa evaluasi, keberhasilan suatu program diklat yang diselenggarakan oleh suatu lembaga diklat tidak dapat diketahui. Hasil evaluasi diklat dapat digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian  efektifitas dan efisiensi suatu program diklat. Hasil evaluasi diklat dapat juga digunakan sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam pengendalian diklat sekaligus untuk bahan penyempurnaan diklat di waktu yang akan datang. Hasil diklat yang digunakan sebagai rekomendasi untuk perbaikan program diklat dan dilakukan secara terus menerus dapat meningkatkan mutu diklat yang diharapkan.

B. Tujuan Evaluasi DIklat

Tujuan Evaluasi Diklat berdasarkan Peraturan Kepala BPPK Nomor: PER-1/PP/2012 antara lainsebagai berikut:

  1. Menilai tingkat peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta diklat setelah mengikuti diklat.
  2. Mengetahui tingkat kepuasan peserta diklat terhadap penyelenggaraan diklat di BPPK
  3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan peserta diklat
  4. Mengetahui tingkat kepuasan peserta diklat terhadap pengajar pada program diklat BPPK
  5. Mengetahui variable yang menyebabkan pengajar mendapatkan penilaian tidak memuaskan.

Terakhir Diperbaharui (Kamis, 10 April 2014 01:32)

Selengkapnya...

 

Publikasi Karya Tulis

EVALUASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) MODEL KIRKPATRICK

Oleh: Erny  Arianty (Kepala Seksi Evaluasi dan Informasi BDK Cimahi)

Pengertian evaluasi pada hakikatnya merupakan suatu proses penilaian terhadap suatu objek yang akan dinilai. Evaluasi juga merupakan suatu proses sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan program diklat dengan kriteria tertentu untuk keperluan pembuatan keputusan. Evaluasi diklat adalah suatu proses peningkatan mutu dan merupakan suatu penghubung antara tahap pelaksanaan diklat, tahap perencanaan diklat dan tahap analisis diklat. Sistem evaluasi diterapkan dalam pendidikan dan pelatihan (diklat), utamanya dengan menggunakan penilaian atas peserta diklat untuk membantu menentukan apakah diklat dapat ditingkatkan. Evaluasi berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Nomor PER- 01/PP/2012 tanggal 29 Februari 2012 tentang Pedoman Evaluasi dan Rekomendasi Diklat di Lingkungan Kementerian Keuangan merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk membentu perencanaan, perbaikan, pengembangan, dan penyempurnaan suatu kegiatan. Evaluasi diklat terdiri atas evaluasi hasil belajar peserta, evaluasi pengajar, evaluasi penyelenggaraan diklat, evaluasi tatap muka, evaluasi mandiri, dan evaluasi pemantauan pengajaran dan penyelenggaraan.

Evaluasi diklat juga merupakan suatua alat yang dapat mengukur dan mengetahui apakah suatu program diklat mencapai sasaran yang diharapkan dengan penekanan pada aspek hasil (output), serta mengukur apakah program diklat tersebut berjalan secara efektif dan efisien. Evaluasi baru dapat dilakukan jika program diklat sudah berjalan dalam satu periode, sesuai dengan tahapan sasaran yang dirancang. Untuk mengukur efektivitas program pelatihan, dibutuhkan waktu dan sumber daya yang berharga.  Oleh karena itu, agar program pelatihan dapat memberikan manfaat yang diharapkan organisasi, sistem evaluasi yang terstruktur dengan baik sangat dibutuhkan yang akan membantu organisasi menentukan letak permasalahnya. Salah satu model evaluasi pelatihan yang umum dikenal adalah evaluasi pelatihan Kirkpatrick.  Berikut ini akan dibahas tahapan evaluasi pelatihan menurut Kirkpatrick berikut penerapannya di Balai Diklat Keuangan Cimahi

A.    Evaluasi Pelatihan Kirkpatrick

Model evaluasi Kirkpatrick dikembangkan oleh Donald L. Kirkpatrick (1959) dengan menggunakan empat level dalam mengkategorikan hasil-hasil pelatihan. Empat level tersebut adalah level reaksi, pembelajaran, perilaku dan hasil.

Alasan yang menyebabkan Donald L. Kirkpatrick mengembangkan metode tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mempertanggungjawabkan keberadaan bagian diklat dengan menunjukkan bagaimana bagian ini berkontribusi terhadap tujuan dan cita-cita organisasi.
  2. Membuat keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan program-program pelatihan.
  3. Mendapatkan informasi bagaimana mengembangkan program-program pelatihan selanjutnya.

Terakhir Diperbaharui (Kamis, 10 April 2014 01:33)

Selengkapnya...

 

Publikasi Karya Tulis Widyaiswara BDK Cimahi

Memahami Akuntansi Berbasis Akrual pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah: Akuntansi Belanja dan Beban

Oleh : Puji Agus (Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Cimahi)

Keterangan diunggah 25 Maret 2014

1. akuntansi beban dan belanja

1.1. definisi

Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.  Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.

1.2. sistem dan prosedur

1.2.1. unit kerja yang terlibat

Pihak-pihak yang terkait dalam prosedur akuntansi beban SKPD adalah:

a)    Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD)

b)    Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK-SKPD)

c)    Pengguna Anggaran

1.2.2. dokumen/formulir

a)    bukti transaksi

b)    SP2D LS

c)    SP2D GU

1.2.3. tahapan kegiatan

a)    Beban Pegawai

(1)  Beban Pegawai Menggunakan Uang Persediaan

Bendahara Pengeluaran SKPD menyerahkan bukti transaksi beban pegawai yang menggunakan uang persediaan.

(2)  Beban Pegawai Menggunakan Mekanisme LS

Pengakuan beban pegawai yang menggunakan mekanisme LS dilakukan berdasarkan SP2D LS

(3)  Pengajuan Ganti Uang

Pengakuan ganti uang persediaan dilakukan berdasarkan SP2D GU

b)    Beban Barang

(1)  Beban Barang Menggunakan Uang Persediaan

Bendahara Pengeluaran SKPDmenyerahkan bukti transaksi beban barang dengan menggunakan uang persediaan.

(2)  Beban Barang Menggunakan Mekanisme LS

Pengakuan beban barang yang menggunakan mekanisme LS dilakukan berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang yang diperoleh dari PPTK.

(3)  Pengajuan Ganti Uang

Pengakuan ganti uang persediaan dilakukan berdasarkan SP2D GU.

c)    Pengembalian Beban

Dalam kasus terjadi penerimaan kembali beban pada periode berjalan dan mempengaruhi posisi kas, PPK-SKPD melakukan pencatatan

 

Terakhir Diperbaharui (Kamis, 27 Maret 2014 10:56)

Selengkapnya...

 

Publikasi Karya Tulis Widyaiswara BDK Cimahi

APLIKASI DUPAK WIDYAISWARA BERBASIS Ms. EXCEL

Oleh: Riyanto, SE., MM.

(Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Cimahi)

Keterangan : diunggah 25 Maret 2014

Pendahuluan

“Repot!!!”. Kata-kata itulah yang paling sering terlontar ketika widyaiswara sedang menyusun Daftar Usulan Pengajuan Angka Kredit (DUPAK), tidak terkecuali penulis. Perlu waktu, kesabaran, kecermatan, dan ketulusan ekstra untuk menyusun dan menyelesaikannya. Maka wajar, ada beberapa widyaiswara yang kemudian enggan mengerjakannya, padahal ia memiliki kewajiban menyampaikan DUPAK minimal satu kali dalam setahun. Dari berbagai latar belakang penyebab keengganannya membuat DUPAK, salah satunya disebabkan karena kerepotan membuatnya.

Berdasarkan pengalaman penulis, sebenarnya tidak repot-repot amat membuat DUPAK, yang harus kita lakukan hanya memasukkan data-data ke dalam file template dalam bentuk Excel. File template tersebut terdiri atas dua sheet, yaitu sheet  Rincian Usulan Pengajuan Angka Kredit (RUPAK) dan DUPAK. Kita tinggal masukan data pribadi dan data kegiatan dalam sheet RUPAK, dan meringkasnya dalam sheet DUPAK. Lalu apanya yang membuat repot?. Kerepotannya justru terletak pada file Excel-nya itu sendiri, dimana sheet RUPAK dan DUPAK terdiri atas 350-an baris. Pada sheet RUPAK, kita harus menyisipkan baris dengan jumlah yang diperlukan, bisa 10, 20, bahkan bisa 50 baris. Pada baris-baris hasil sisipan itulah kita memasukkan data DUPAK, di sinilah kerepotan yang dirasakan oleh widyaiswara, belum lagi ketika harus meringkas hasil perhitungan data dari sheet RUPAK ke sheet DUPAK dengan rumus tertentu. Walhasil, perlu waktu minimal dua minggu untuk menyelesaikan DUPAK, mulai dari input data pada file Excel sampai menyusun berkas-berkas lampirannya. Itupun kalau yang bersangkutan sedang tidak ada jadwal mengajar, kalau diselingi dengan mengajar pasti bisa lebih lama lagi.

Nah, dari pengalaman yang merepotkan inilah penulis kemudian mencoba mengutak-atik file template DUPAK. Dengan rumus-rumus yang pernah penulis peroleh ketika mengikuti diklat Ms. Excel, maka dihasilkanlah sebuah aplikasi DUPAK sederhana yang akan diuraikan dalam artikel ini. Konsepnya sebenarnya sangat sederhana, penulis hanya memindahkan input data pribadi widyaiswara ke dalam sheet Identitas dan data kegiatan widyaswara ke dalam sheet Input. Jika data pribadi dan data kegiatan telah diinput, maka sheet RUPAK dan DUPAK tinggal dicetak saja. Mudahkan?. Mari kita ikuti langkah-langkah penggunaannya.

Save As File Master

File aslinya penulis beri nama Master Aplikasi Dupak Widyaiswara. Save As file ini, kemudian beri nama sesuai keinginan, misalnya Dupak_Riyanto_Feb2014.xlsx. Tujuan Save As ini tentunya supaya kita masih punya file master yang dapat digunakan untuk pengajuan DUPAK periode berikutnya.

 

Terakhir Diperbaharui (Kamis, 27 Maret 2014 12:14)

Selengkapnya...

 
Login



Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini104
mod_vvisit_counterKemarin352
mod_vvisit_counterMinggu ini1835
mod_vvisit_counterBulan ini5630
mod_vvisit_counterSemua390995

IP: 54.226.168.96